(+62) 21 74863905 web@antarworld.co.id

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.

Already a member?

Login
(+62) 21 74863905 web@antarworld.co.id

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.

Already a member?

Login

Upacara Yadnya Kasada

Upacara Yadnya Kasada Bromo atau Hari raya besar Suku Tengger umat hindu di Gunung Bromo yang di sebut Kasodo. Pernah mendengar upacara yang satu ini Upacara Yadnya Kasada atau Kasodo di wisata gunung Bromo yaitu sebuah Upacara sesembahan atau sesaji yang ditujukan kepada Tuhan mereka Sang Hyang Widhi asa dan para leluhur yang digelar setiap bulan Kasada hari-14 dalam penanggalan kalender tradisional Hindu Tengger. Upacara adat ini digelar di Pura Luhur Poten, tepat di kaki Gunung Bromo, pada tengah malam hingga dini hari. Upacara adat suku Tengger ini bertujuan untuk mengangkat dukun atau tabib yang ada di setiap desa di sekitar Gunung Bromo. Dalam festival ini suku Tengger akan melemparkan sesajen berupa sayuran, ayam, dan bahkan uang ke kawah gunung tersebut.

Berbicara soal Gunung Bromo, Gunung Bromo merupakan bagian Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Provinsi Jawa Timur, Indonesia ini adalah salah satu tujuan wisata tersohor tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Gunung Bromo memiliki keunikan panorama indah sekaligus mistis sehingga menyodorkan suasana berbeda dibandingkan gunung lainnya. Di sini terbantang keindahan lanskap pegunungan dengan asap yang membumbung dari kawahnya dan di bawahnya ada lautan pasir luas menggelilinginya, obyek yang akan di kunjungi pun beragam, ketika pagi akan menikmati wisata bromo matahari terbit atau Bromo Sunrise di Penanjakan 1 Gunung Bromo, kedua akan melihat langsung Kawah Gunung Bromo, menyelusuri Padang Savana Bromo dan terakhir menjelajahi indahnya Pasir Berbisik di wisata gunung Bromo.

Tujuan wisatawan sudah sangat jelas menikmati semua keindahan alam Bromo serta budayanya, tetapi hal yang unik pun yang belum kita tahu dan membuat kita penasaran seperti event tahunan yaitu Upacara besar Nyadnya Kasada atau Kasodo yang di adakan pada bulan Agustus-September pada bulan purnama ini rasanya sangat sayang jika dilewatkan.

Mengenal Tradisi Suku Tengger lebih dekat

Suku Tengger Bromo dikenal sangat berpegang teguh pada adat dan istiadat terutama pada Upacara Yadnya Kasada Bromo ini, dan mereka jadikan Hindu lama sebagai pedoman hidup mereka. Keberadaan suku ini juga sangat dihormati oleh penduduk sekitar termasuk menerapkan hidup yang sangat jujur dan tidak iri hati. kembali ke Sejarah Gunung Bromo tentang asal muasal Suku Tengger Bromo di ceritakan bahwa Asal mula SUKU TENGGER diambil dari nama belakang RARA ANTENG dan JOKO SEGER. Keduanya membangun pemukiman dan memerintah di kawasan Tengger ini kemudian menamakannya sebagai Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger atau artinya “Penguasa Tengger yang Budiman”.

Sebelum Upacara Yadnya Kasada Bromo dilangsungkan, calon dukun dan tabib akan menyiapkan beberapa sesaji untuk dipersembahkan dengan cara melemparkannya ke kawah Gunung Bromo. Persembahan sesajen ini dilakukan beberapa hari sebelum upacara Yadnya Kasodo Bromo. Mereka juga harus melalui tes pembacaan mantra terlebih dahulu saat upacara Yadnya Kasada Bromo berlangsung sebelum dinyatakan lulus dan diangkat oleh tetua adat. Peran dukun atau tabib badi suku Tengger sangat kuat karena dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan masalah yang dialami oleh masyarakatnya,

Kemudian tepat pada malam ke-14 bulan Kasada, pada bulan Purnama, suku Tengger akan beramai-ramai membawa sesajen berupa hasil ternak dan pertanian ke Pura Luhur Poten bromo dan menunggu hingga tengah malam saat dukun ditasbihkan tetua adat. Berikutnya, sesajen yang disiapkan dibawa ke atas kawah Bromo untuk dilemparkan ke kawah sebagai simbol pengorbanan yang dilakukan oleh nenek moyang. Bagi suku Tengger, sesaji yang dilembar ke Kawah Bromo tersebut sebagai bentuk kaul atau rasa syukur atas hasil ternak dan pertanian yang melimpah. Aktivitas pelemparan sesaji ini yang berada di kawah gunung bromo dapat Anda lihat sejak malam hingga siang hari saat hari menjelang upacara Yadnya Kasada Bromo.

Disarankan untuk datang lebih awal

Mengiringi perayaan Yadnya Kasada bagi umat Hindu Tengger akan digelar Festival Eksotika Bromo di sekitar lautan pasir Gunung Bromo. Eksotika Bromo akan menampilkan acara kolosal dan menarik untuk warga Probolinggo serta luar daerah. Pengunjung bakal menyaksikan pementasan sendratari, pembacaan puisi hingga acara musik. Jadi sebelum mengikuti Yadnya Kasada, lebih baik kamu lebih dulu ke Bromo. Selain bisa menikmati Festival Eksotisme Bromo, lokasi wisatanya juga belum terlalu dipadati wisatawan.

Leave a Reply