(+62) 21 74863905 web@antarworld.co.id

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.

Already a member?

Login
(+62) 21 74863905 web@antarworld.co.id

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.

Already a member?

Login

Kuliner Khas Sunda yang Masih Bertahan

Serbuan kuliner dari barat membuat kuliner khas Sunda terancam punah. Padahal kuliner khas tradisional memiliki sejarah dan filosofi yang memiliki arti dalam kehidupan. Untunglah kreasi anak Bandung menyelamatkan kuliner khas Sunda hingga masih bertahan sampai saat ini. Meskipun terkadang agak sulit untuk ditemukan di pasar tradisional maupun pasar modern, penjajanya masih bisa ditemukan di beberapa sudut kota. Apa saja ya ?

1. Colenak

Colenak adalah dicocol enak. Dari namanya saja sudah menggoda selera. Colenak ini merupakan kuliner khas Sunda dengan bahan tapai yang dibakar kemudian dicocol dengan gula merah. Dalam perkembangannya Colenak bahkan bisa dipadukan dengan aneka buah seperti durian. Rasanya tentu saja semakin menggugah selera.

2. Peuyeum

Peyeum atau tapai merupakan hasil fementasi dari singkong sehingga memiliki cita rasa manis dengan tekstur yang lembut. Jika berkunjung ke Bandung, kamu bisa memilih peyeum yang belum matang sehingga masih bisa awet untuk buah tangan bagi keluarga di kampung halaman. Selain dari Jawa Barat, tapai yang terkenal enak juga berasal dari Bondowoso, Jawa Timur. Kini, kuliner ini jadi bahan baku kuliner kekinian seperti cake tapai keju, bolu tapai keju hingga shcotel peyeum.

3. Surabi

Boleh jadi inilah salah satu makanan khas Bandung yang paling adaptif dengan zaman. Surabi awalnya hanya dijual oleh nenek-nenek dipinggir jalan dengan tungku arang. Kini malah sudah dijajakan di kafe-kafe dengan tampilan dan berbagai varian rasa yang beragam.

4. Comro dan Misro

Rasanya panganan Jawa Barat memang lekat dengan bahan dasar singkong dan umbi-umbian. Seperti Comro dan Misro ini yang berbahan dasar parutan singkong. Yang membedakan adalah isiannya. Comro lebih pedas karena isiannya berupa sambal oncom sedangkan Misro rasanya manis karena diisi dengan gula Jawa. Lalu apa artinya Comro dan Misro. Ternyata ini sebuah akronim dari bahasa Sunda. Comro adalah Oncom dijero (oncom di dalam) sedangkan Misro adalah amis dijero (manis di dalam).

5. Lotek

Kalau khas Betawi dikenal dengan gado-gado, khas Jawa Barat dikenal dengan lotek. Lotek sangat nikmati jika disajikan dengan nasi hangat. Isiannya berupa sayuran seperti bayam, tauge, kacang panjang, timun, kubis, kemudian disiram dengan sambal kacang. Rasanya manis dan pedas dan biasanya disajikan dengan lontong atau ketupat.

6. Karedok

Orang Sunda memang tak bisa lepas dari lalapan sayuran. Supaya tidak bosan, inivasinya hingga punya produk seperti lotek dengan sayuran mentah. Memang sedikit berbeda dengan lotek namun tetap sama-sama menggunakan bumbu kacang.

7. Tutug Oncom

Oncom adalah hasil fermentasi seperti halnya pengolahan tempe. Bedanya oncom berasal dari fermentasi kapang. Jika beruntung kamu bisa mendapatkan oncom di tukang gorengan. Uniknya pengolahan oncom bisa bermacam-macam salah satunya dipadukan dengan nasi bakar yang dibungkus dengan daun pisang. Selain wangi, rasanya juga sangat lezat apalagi jika ditambah dengan suwiran daging atau taburan teri medan. Duh nikmat banget nih kuliner Sunda. Beruntung sekarang kamu masih bisa menikmatinya saat berwisata ke Bandung.

Apa kalian sudah pernah coba makanan traditional diatas ? Jangan sampai tinggalkan makanan traditional kita hanya karena kita berada pada zaman NOW yaa. Anak indonesia, wajib coba semua makanan traditional supaya kita tau makanan traditional itu lebih nikmat.

Leave a Reply